ingatan dan berfikir

KATA PENGANTAR

 

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadiran Allah SWT,yang mana Allah telah  melimpahkan rahmat dan karunianya,sehingga penulis dapat menyusun tugas makalah Psikologi Pendidikan yang berjudul “Ingatan dan Berfikir”.Shalawat dan salam juga penulis anjung tinggikan untuk  Nabi Muhammad SAW,yang telah membawa kita terlepas dari zaman kebodohan hingga kita mampu mencicipi dunia pendidikan seperti saat sekarang ini.

Dalam tugas ini penulis akan menguraikan beberapa pokok pembahasan,secara garis besar tugas ini membahas tentang “Ingatan dan Berfikir”.Penulis berharap tugas ini dapat dijadikan suatu acuan bagi pembaca nantinya,penulis telah mengemas masalah yang ada pada tugas ini.Dengan sebaik mungkin.Apa yang di buat oleh penulis ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin.

Penulis masih merasa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca,semoga penulis dapat melakukan yang terbaik dikemudian harinya.

 

 

 

Padang,08 Mai 2012

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

B.Rumus Masalah

BAB II PEMBAHASAN

A.Apa yang di maksud dengan pengertian Ingatan.

B.Apa yang di maksud dengan pengertian Berfikir.

C.Macam-macam ingatan,proses pembentukan ingatan dan fungsi ingatan.

D Jenis, tipe, dan pola berfikir dan proses berfikir.

.

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

B.Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Ingtan atau sering disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi dan ilmu saraf. Ingatan juga dipandang sebagai suatu hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukan kedalam jiwanyadan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran.

Mengenai soal berfikir  ini terdapat beberapa pendapat ,diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses asosiasi saja ;pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum asosiasionist.sedangkan fungsionalist memandang berfikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respon .diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berfikir merupakan suatu  kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih.secara sederhana ,berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif.

B.Rumusan Masalah

A.Apa yang di maksud dengan pengertian Ingatan.

B.Apa yang di maksud dengan pengertian Berfikir.

C.Macam-macam ingatan,proses pembentukan ingatan dan fungsi ingatan.

D Jenis, tipe, dan pola berfikir, dan proses berfikir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Ingatan

Ingtan atau sering disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi dan ilmu saraf. Ingatan juga dipandang sebagai suatu hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukan kedalam jiwanyadan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran.

a)      Macam ingtan

Sebenarnya ada banyak pengelompokan ingatan berdasarkan durasi, alam,dan pengambilan sesuatu yang diinginkan. Pada dasarnya ingatan dibagi menjadi dua yait: ingatan eksplisit dan ingatan implisit (Atkinson,dkk,1996)

Ingatan eksplisit yaitu ingatan yang meliputi pengindraan, episodik, naratif, dan ingatan otobiografi. Cirinya yaitu berkembang belakangan dan memiliki sumber ingatan yang jelas. Ingatan implisit yaitu ingatan yang meliputi pengindraan, emosi, ingatan prosedural, dan pengkondisian rangsang-respon. Cirinya yaitu berkembang lebih awal dan bebas dari konteks atau tidak memiliki sumber  atribusiatau pelabelan.

b)      Proses pembentukan dan pengambilan ingatan

Dapat diartikan bahwa ingatan merupakan kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan untuk menerima atau memasukan (learning/encoding), menyimpan (retention/storage) dan menimbulkan kembali ( remembering/retrieval) hal-hal yang telah lampau (woodworth dan marquis,1957).

Jadi, tahapan pertama dalam pembentukan dan pengambilan ingatan yaitu:

  • Encoding

proses dan penggabungan informasi yang diterima.

  • Penyimpanan

catatan permanentdari informasi yang telah diencode.

  • Pengambilan

Memanggil kembali informasi yang telah disimpan untuk digunakan dalam suatu proses dan aktifitas.

 

 

c)      Fungsi ingtan

 

  1. Fungsi memasukkan (learning)

Hal-hal yang pernah dialami diartikan sebagai ingatan yang pernah disimpan. Seseorang memperoleh pengalaman dapat dibedakan dalam dua cara tidak disengaja dan cara disengaja.

Mendapatkan pengalaman secara tidak disengaja yaitu apa yang telah dialami seseorang dengan yang tak sengaja tersebut dimasukan dalam ingatan. Sedangkan mendapat pengalaman dengan cara disengaja yaitu jika seseorang mendapat pengalaman –pengalaman dengan sengaja dan dimasukan dalam psikisnya (ingatannya).

Cepat atau lambat dan banyak atau sedikitseseorang memasukan apa yang dipersepsi adalah sifat yang berkaitan dengan kemampuan memasukan (learning).kemampuan tersebut dapat dilihat dengan mengadakan eksperimen tentang banyaknya materi yang dapat dimasukkan atau diingat hingga cukupbaik untuk dapat diingat kembali (memory span)dari individu yang bersangkutan misalnya beruuud daftar angka-angka ataupun deretan huruf-huruf yang tidak mempunyai arti.dalam eksperimen semacam itu hasil menunjukan bahwa rangkaian huruf-huruf atau angka-angka yang penuh artiakan jauh lebih mudah dimasukan atau mudah untuk dipelajari serta mudah diingat daripada rangkaian huruf-huruf atau angka-angka yang tidak mempunyai arti oleh individu yang bersangkutan.

  1. Fungsi menyimpan

Fungsi ingatan kedua adalah mengenai penyimpanan (retention)apa yang dipelajari atau dipersepsi.masalah yang muncul sehubungan dengan fungsi ini adalah bagaimana agar yang sudah dipelajari itu dapat disimpan dengan baik sehingga suatu waktu dapat ditimbulkan kembali apabila dibutuhkan.sperti yang diketahui,setiap proses belajar  akan meninggalkan jejak-jejak (traces)dalam jiwa seseorang dan traces ini untuk sementara disimpan dalam ingatan yang pada suatu waktu dapat ditmbulkan kembali(memory traces). Memory traces ini dapat hilang dan berubah karena ingatan seseorang yang tidak setia. Sehubungan dengan masalah retensi atau penyimpanan dan juga mengenai masalah kelupaan, suatu permasalahan yang timbul ialah soal intervalyaitu jarak waktu untuk memasukan atau mempelajari dan menimbulkan kembali apa yang dipelajari itu.

  1. Fungsi menimbulkan kembali

Ingatan berfungsi menimbulkan kembali suatu yang disimpan dalam ingatan yang ditempuh dengan mengingat kembali (to recall) dan mengenal kembali (to recognize). Dalam mengingat kembali, orang dapat menimbulkan kembali, orang yang menimbulkan kembali apa yang diingat tanpa dibantu adanya objek sebagai stimulus agar dapat diingat kembali. Sedangkan untuk diingat kembali akan selalu benar atau tepat. Ingatan manusia itu terbatas bahkan sering yang dimunculkan kembali tidak cocok dengan keadaan sebenarnya. Hal itu karena kurang cara memasukkan kurang tepat, adanya kecerobohan dalam mempersepsi atau saat belajar sehingga apa yang diingatnya tidak sesuai dengan keadaan yag sebenarnya juga karena gangguan dalam menimbulkan kembali (misalnya amnesia).

  1. Hubungan ingatan dengan kelupaan

Dengan adanya gangguan fisiologis dapat mengakibatkan kelupaan pada manusia seperti amnesia, karena fungsi fisiologis sangat berpengaruh pada pusat kesadaran yaitu otak. Ingatan manusia makin lama makin berkurang dan dapat mencapai kelupaan.

  1. Pengantar psikologi umum

Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hal itu dikarenakan interval merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan. Teori atropi dalam kelupaan lebih berdasarkan atas lama interval sedangkan teori interferensi lebih berdasarkan atas isi interval.lebih jelasnya perhatikanlah penjelasan dibawah ini.

  1. Teori Atropi

Sering disebut teori disense/disuse yaitu teori mengenaikelupaan terjadi karena jejak-jejak ingatan atau memory traces telah lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran.

  1. Teori Interferensi

Teori ini lebih menitik beratkan pada isi interfal. Menurut teori ini kelupaan terjadi akibat akibat memory traces saling bercampur satu dengan yang laindan saling mengganggu, saling berinterferensisehingga hal ini dapat menimbulkan kelupaan. Teori interferensi dibedakan menjadi dua yaitu interferensi yang proaktif dan interferensi yang retroaktif. Ada yang mengatakan bahwa kelupaan itu lebih cepat terjadi pada waktu juga (ada aktifitas-aktifitas) apa bila dibandingkan dengan waktu tidur (tidak ada aktifitas-aktifitas).

 

 

 

 

  1. Beberapa metode eksperimen mengenai ingatan

Tokoh yang mengawali eksperimen mengenai ingatan adalah Ebbinghous kemudian diikuti oleh ahli-ahli lainnya. Beberapa metode yang dipakai dalam penelitian ingatan adalah:

  • Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning time method)

Metode ini melihat sampai sejauh mana (subjek)untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik.

  • Metode belajar kembali (the relearning method)

Metode ini terbentuk dengan subjek diminta mempelajari kembali sesuatu materi yang pernah dipelajari  kepadanya sampai pada sesuatu criteria tertentu.

  • Metode rekonstruksi

Metode ini terbentuk dengan subjek diminta mengkonstruksi kembali sesuatu materi yang diberikan kepadanya.

  • Metode mengenal kembali

Metode ini digunakan dengan mengambil bentuk dengan cara pengenalan kembali.

  • Metode mengingat kembali

Metode ini digunakan dengan mengambil bentuk subjek diminta untuk mengingat kembali apa yang pernah dipelajari.

  • Metode asosiasi berpasangan

Metode ini digunakan dengan mengambil bentuk subjek diminta untuk mempelajari kembali apa yang pernah dipelajarinya secara berpasang-pasangan.

  1. Manfaat ingatan dalam kehidupan

Ingatan bukan sekedar bekas geseran tetapi mengenal kembali bekas-bekas goresan itu. Banyak dari bekas goresan ingatan manusia banyak terhapus atau terlupakan. Banyak manfaat dari ingatan dalam kehidupan diantaranya:

  • Akan timbul suatu perdebatan kritis dan terbuka terhadap suatu hal akibat dari ingatan tiap orng yang berbeda
  • Dapat menjadikan orang menjadi bijaksana
  • Rasa hati-hati meningkat
  • Rasa percaya diri meningkat
  • Dapat menjawab teka-teki dari hari kehari misalnya melihat nomor telpon dan berjalan kekamar lalu menekan nomor yang diingatnya itu.

 

 

 

  1. Manfaat ingatan dalam pendidikan

Banyak manfaat dari ingatan dalam pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mamacu semangat belajar
  2. Meningkatkan mutu pendidikan
  3. Memudahkan dalam pembelajaran atau pendidikan
  4. Menjadikan praktisi pendidikan (misalnya dosen dan mahasiswa) lebih bijaksana dan tidak ceroboh

 

  1. B.     Berfikir

Mengenai soal berfikir  ini terdapat beberapa pendapat ,diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses asosiasi saja ;pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum asosiasionist.sedangkan fungsionalist memandang berfikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respon .diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berfikir merupakan suatu  kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih.secara sederhana ,berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif.

1)      Jenis, tipe, dan pola berfikir

Ada berbagai jenis dan tipe berfikir. Morgan dkk. (1986, dalam khodijah, 2006: 118) membagi dua jenis berfikir, yaitu berfikir autistic dan berfikir langsung. Berfikir autistic (autistic thinking) yaitu proses berfikir  yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya seperti mimpi. Berfikir langsung (directed thinking)yaitu berfikir untuk memecahkan masalah. Menurut karno (1996, dalam khodijah,2006: 118) ada enam pola berfikir yaitu:

  1. Berfikir konkrit, yaitu berfikir dalam dimensi ruang, waktu dan tempat tertentu.
  2. Berfikir abstrak, yaitu berfikir dalam ketidak berhinggaan, sebab bisa bisa dibesarkan atau disempurnakan keluasaannya.
  3. Berfikir klasifikatoris, yaitu berfikir mengenai klasifikasi atau pengaturan kelas-kelas tingkat tertentu.
  4. Berfikir analogis, yaitu berfikir untuk mencari hubungan antar peristiwa atas dasar kemiripan.
  5. Berfikir ilmiah, yaitu berfikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian.
  6. Berfikir pendek, yaitu lawan berfikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat, lebih dangkal dan seringkali tidak logis.

Sedangkan menurut De Bono (1989 dalam khodijah, 2006: 119) mengemukakan dua tipe berfikir, sebagai berikut:

  1. Berfikir vertikal (berfikir konfergen)

Yaitu tipe berpikir tradisional dan generatif yang bersifat logis dan matematis dengan mengumpulkan dan menggunakan hanya informasi yang relevan.

  1. Berfikir lateral (berfikir divergen)

Yaitu tipe berfikir selektif dan kreatif yang menggunakan informasi bukan hanya untuk kepentingan berfikir tetapi juga untuk hasil dan dapat menggunakan informasi yang tidak relevan atau boleh salah dalam beberapa tahapan untuk mencapai pemecahan yang tepat.

 

2)      Proses berfikir

Proses atau jalannya berfikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu:

  • Pembentukan pengertian

Pengertian, atau lebih tepatnya disebut pengertian logis dibentuk melalui tiga tinggkatan sebagai berikut:

  1. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Objek tersebut kita perhatikan unsur-unsurnyasatu demi satu. Misalnya maupun membentuk pengertian manusia. Kita ambil manusia dari berbagai bangsalalu kita analisa ciri-ciri misalnya:

Manusia indonesia, ciri-cirinya:

–          Mahluk hidup

–          Berbudi

–          Berkulit sawo matang

–          Berambut hitam

–          Dan sebagainya

Manusia eropa, ciri-cirinya:

–          Mahluk hidup

–          Berbudi

–          Berkulit putih

–          Berambut pirang atau putih

–          Bermata biru terbuka

–          Dan sebagainya

Manusia negro, ciri-cirinya:

–          Mahluk hidup

–          Berbudi

–          Berkulit hitam

–          Berambut hitam keriting

–          Bermata hitam melotot

–          Dan sebagainya

Manusia cina, ciri-cirinya:

–          Mahluk hidup

–          Berbudi

–          Berkulit kuning berambut hitam lurus

–          Bermata hitam sipit

–          Dan sebagainya

Dan manusia yang lain-lainnya lagi

  1. Membanding- bandingkan ciri tersebut untuk dikemukakan ciri-ciri yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.
  2. Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang hakiki, menangkap ciri-ciri yang hakiki. Pada contoh diatas ciri-ciri yang hakiki itu ialah: makhluk hidup yang berbudi.

 

  • Pembentukan pendapat

 

Pembentukan pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut  kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat. Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:

  1. Pendapat Afirmatif atau positif

Yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu, misalnya Sitotok itu pandai, Si Ani rajin dan sebagainya.

  1. Pendapat negatif

Yaitu pendapat yang menidakkan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya sesuatu sifat dapa suatu hal misalnya: Sitotok itu bodoh dan Si Ani malas dan sebagainya

  1. Pendapat Modalitas atau kebarangkalia

Yaitu pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal misalnya: hari ini mungkin hujan,  si Ali mungkin tidak datang. Dan sebagainya.

  • Penarikan kesimpulan atau pembentukan keputusan

Keputusan adalah hasil perbuatan akal utuk membentuk  pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada tiga macam keputusan yaitu:

–          Keputusan induktif

Yaitu keputusan-keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya: tembaga dipanaskan akan memuai, perak akan dipanaskan akan memuai, besi dipanaskan akan memuai

Kuningan dipanaskan akan memuai jadi (kesimpulan). Bahwa semua logam dipanaskan akan memuai (umum)

–          Keputusan deduktif

Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umumke hal yang khusus, jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Misalnya: tembaga kalau dipanaskan memuai contoh: semua manusia terkena nasip mati, si karto adalah manusia jadi pada suatu hati si Karto akan mati

 

–          Keputusan analogis

Keputusan analogis adalah keputusan yangdiperoleh denganjalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Misalnya: Totok anak pandai, naik kelas (khusus). Jadi (kesimpulan)Si Nunung anak yang pandai itu, tentu naik kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.KESIMPULAN

Secara umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri seseorng.perkembangan ide dan konsep iniberlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan didalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian yang terjadikarena adanya masalah.

Proses berpikir ada tiga langkah yait:

  • Pembentukan pikiran, ataulebih tepatnyadisebut pengertian logis
  • Pembentukan pendapat adalah meletakkan antara dua buah  pengertian atau lebih
  • Penarikan kesimpulan adalahhasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendpat-pendpat yang telah ada.

Sesuai dengan uraian diatas maka kita dapat mengetahui bahwa betapa basarnya manfaat ingatan bagi kita. Untuk itu kita sekiranya kita dapat menjaga titipan Tuhan tersebut, sebelum Tuhan mengambilnya kembali dan diganti dengan kelupaan.

B.SARAN

Dalam tugas makalah Psikologi Pendidikan ini penulis membahas tentang “Ingatan dan Berfikir”.Penulis berharap agar tugas Psikologi Pendidikan ini bermanfaat bagi pembaca yang membaca maupun yang mempelajarinya.

Penulis mengharapkan kritik dan saran kepada pembaca.Supaya tugas pengantar pendidikan ini dapat menjadi sempurna,penulis mengucapkan terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Khodijah, Nyanyu.2006. Psikologi Belajar. Palembang: IAIN Raden Fatah Press Suriasumantri (ed), 1983. Psikologi Pendidikan. Diakses dari http://www.andragogi.com. Senin 4 agustus 2008 Surabaya, Sumadi. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Parsada Wagito, Bimo.1997. pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset. Whiterington. 1982. Psikologi Pendidikan. Diakses dari http://www.andragogi.com senin 4 agustus 2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: